Guest

Recent Posts

Pages: 1 2 3 [4] 5 6 7 8 9 10
31
BikersNews / New Suzuki GIXER 150cc naked bike spotted
« Last post by KakekIrwan on January 23, 2014, 10:27:49 PM »



Berkat Vaibhav Saigal dari XBHP dan Akshay Ballal yang memata-matai bentuk  sepeda motor baru Suzuki. Tampak sepeda motor yang lebih enak dipandang dan melihat dari ukurannya mesin yang paling mungkin ini adalah varian 150cc . Cooling sirip pada silinder dengan mudah menunjukkan mesin berpendingin udara , tapi  pipa knalpot kembar adalah elemen mengejutkan mengingat ini adalah mesin silinder tunggal .

GIXER pada ekstensi tangki mungkin membuat Anda berpikir pada varian mesin dengan kubikasi yang lebih besar yaitu GSX -R , tapi sepertinya ini adalah seri terbaru yang dibuat oleh Suzuki yang memiliki kemiripan dengan garis kinerja dari seri GSX.

Banyak yang menganggap bahwa ini mungkin pengganti Suzuki GS150R yang belum begitu memuaskan angka penjualannya untuk ukuran pabrikan Jepang . Sebuah desain yang lebih menarik dan badge baru pasti akan memberikan poin untuk meningkatkan penjualan sepeda motor .

disebutkan juga bahwa sepeda motor ini dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 125 km/jam . Suzuki GIXER 150 cocok bagi orang-orang yang mencari sebuah sepeda motor yang dapat dipakai sehari-hari dan bila diperlukan juga bisa melakukan akselarasi yang responsif.

Kemungkinan suzuki akan membuat debut motor ini di India Auto Expo 2014 bulan depan

Quote
Sumber
32
Bengkel Bikers / Re: Daftar Part Subtitusi Thunder 125 Lengkap
« Last post by mochyuga on January 21, 2014, 07:19:07 PM »
kabel kopling bisa pake punya tiger, ngakalin nepel bawahnya sama aja ama pake kabel kopling vespa hehe

trus itu karet vakum emang bisa ya, bukannya cantolannya beda ?_?
karet vakum thunder cantolannya kaya tit*t, cantolan karet vakum fu kaya tok*t  :grin:
33
BikersNews / Yamaha Beri Servis Gratis, di Lokasi Banjir
« Last post by Bruce Wayne on January 21, 2014, 05:13:23 AM »


SPORTKU.COM - Menanggapi bencana banjir yang melanda Jakarta, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melakukan blusukan dengan tema 'Yamaha Peduli Banjir Semakin di Depan 2014'. Aktivitas ini pun ditujukan untuk memberikan tindakan darurat kepada pengendara motor yang terkena banjir.

Beberapa titik lokasi dipusatkan dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan Yamaha saat banjir melanda. Titik-titik lokasi itu berada di perempatan ITC Cempaka Putih, Fly over Sunter dan Jalan Raya Boulevard Kelapa Gading.

Yamaha siaga di lokasi-lokasi yang memang rawan banjir itu dan berhasil menolong para pengendara motor yang terjebak banjir. Tindakan emergency yang dilakukan Yamaha yaitu mengeluarkan air dari mesin agar motor tidak mengalami kerusakan yang lebih parah dan pengendara dapat melanjutkan perjalanan.

Sedangkan motor yang mengalami kerusakan berat sehingga pengendara tidak dapat melanjutkan perjalanan, diangkut Yamaha ke bengkel Yamaha terdekat.

”Melihat kondisi saat ini, Yamaha pun melanjutkan aktivitas ini dengan menambah lima lokasi yang dijaga, yaitu di kompleks Vila Nusa Indah Bekasi, Perumahan Warakas Jakarta Utara, Perumahan Cipinang Kampung Pulo Jakarta Timur, Perumahan Cileduk Tangerang dan Perumahan Harapan Baru Kaliabang Bekasi,” jelas M.Abidin, GM Service & Motorsport Yamaha Indonesia.

[spoiler][/spoiler]
34
BikersNews / Suzuki 2W Dipimpin Pejabat Baru
« Last post by Bruce Wayne on January 21, 2014, 05:05:23 AM »


SPORTKU.COM - Menapaki tahun 2014, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) memiliki semangat baru untuk terus berkompetisi di pasar otomotif roda dua. Untuk menggenjot penjualannya, kini Suzuki roda dua (2W) juga telah resmi menempati gedung barunya di Jl. Raya Bekasi KM 19 Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (6/1).

Sejalan dengan komitmennya ini, Suzuki motor juga memiliki pemimpin baru. Adalah Endro Nugroho yang kini menjabat sebagai Deputy Division Head Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Nama Endro Nugroho sendiri tidaklah asing di wilayah Suzuki. Pasalnya, sebelum menjabat posisi yang sekarang, Endro Nugroho telah lebih dulu menempati posisi sebagai Direktur Marketing 4W PT SIS.

"Roda empat dipandang sudah cukup baik dan sekarang roda dua juga berharap bisa berkembang. Ini sebuah tantangan baru bagi saya di roda dua. Karena ini juga permintaan dari pimpinan," ungkap Endro Nugroho kepada para wartawan saat peresmian gedung baru Suzuki 2W.

"Saya disini (roda dua) bisa bantu teman-teman untuk memberikan campaign baru. Agar punya motivasi baru dan saya percaya bisa lebih baik," lanjutnya.

Dengan posisi barunya itu, Endro Nugroho juga memiliki beberapa strategi untuk bisa menggenjot penjualan motor Suzuki di Indonesia. Salah satunya akan menggandeng komunitas dalam setiap kegiatan Suzuki.

"Mau melibatkan komunitas ke dalam acara-acara Suzuki. Karena bagi kami komunitas adalah bagian dari Suzuki. Ini juga untuk membangun persepsi yang sama dengan komunitas," tambahnya lagi.

Sementara itu, untuk penjualannya sendiri Endro Nugroho hanya mentargetkan kenaikan antara 8-10 persen di tahun 2014 ini. "Penjualan retail tahun 2013 mencapai 397.756 unit. Target tahun ini naik sekitar 8-10 persen. Konsen di Suzuki Nex, Shooter dan Satria," katanya.

Sebagai info, Endro Nugroho pernah sukses saat menjabat sebagai Direktur Marketing 4W. Hal ini ditandai dengan penjualan MPV Suzuki Ertiga yang angkanya terus mengalami kenaikan. Hingga tutup tahun 2013 lalu, penjualan mobil Suzuki bahkan bisa menempati posisi 3 secara nasional.

[spoiler][/spoiler]
35
Bikers Ngakak / Enaknya naik motor...
« Last post by Bruce Wayne on January 19, 2014, 09:20:32 PM »
36
Bikers Ngakak / cuma satria fu biasa...
« Last post by Bruce Wayne on January 19, 2014, 09:18:38 PM »
37
Bikers Ngakak / Just Triumph
« Last post by Bruce Wayne on January 19, 2014, 09:13:27 PM »
38
Bengkel Bikers / Sekring Suzuki Thunder 125 Sering Putus?
« Last post by Bruce Wayne on January 15, 2014, 02:08:48 AM »
OTOMOTIFNET - Sebut saja Bayu Maulana, pemilik Thunder 125 edisi 2008 ini bingung karena sekring motornya putus berkali-kali. “Setelah ganti kabel bodi baru yang harganya di atas Rp 300 ribuan, baru deh bisa normal lagi,” bilangnya.

Menurut Ari Kristanto dari GMotor, sekring Thundie sering putus pemicunya banyak hal dan di motor standar pun hal itu bisa saja terjadi.

Hal senada dibilang Benny Rachmawan dari Mitra2000. “Intinya, sekring putus itu disebabkan adanya arus pendek atau korsleting di bagian kabel bodi,” ujar pria berbadan subur ini.

Misal kawat kabel saling bersentuhan, pamasangan kabel tambahan atau kelebihan beban listrik akibat pemakaian peranti tambahan seperti klakson mobil atau spion sein. Nah dengan mendeteksi beberapa bagian, masalah sekring Thunder bisa teratasi. Apa aja tuh?

Pertama, periksa rangkaian beban seperti klakson atau lampu sein, baik yang standar atau optional. Kalau sekring putus ketika klakson ditekan, berarti masalah ada di rangkaian klakson. Begitupun dengan rangkaian lainnya seperti lampu utama dan sein.

“Intinya kalau putus ketika suatu kelistrikan diaktifkan, berarti di situ sumber masalahnya,” jelas Ari. Solusinya, cek dan urut lagi kabel-kabel yang berhubungan dengan rangkaian tersebut.



“Kalau ada sambungan kabel atau soket yang gak kencang, bisa bikin korsleting,” jelas Benny lagi. Masih sering putus juga? Coba cek kabel bodi utama yang ada di bawah tangki dekat komstir (gbr.1). Pada posisi itu, kabel bodi rawan tergencet komstir atau tangki saat setang dibelokkan.

“Kalo sudah begitu, kabel bisa terkelupas dan kontak dengan kabel lain atau sasis yang akhirnya bikin korslet,” ujar mekanik asal Yogya ini sambil bilang baiknya posisikan kabel bodi di bawah tangki di daerah cukup bebas atau lapang.

Nah kalau yang satu ini khusus buat yang sudah aplikasi CDI racing. Salah penempatan CDI ternyata bisa bikin sekring putus! Bisa begitu lantaran posisi peletakan CDI yang kontak langsung dengan sasis motor alias tanpa bantalan (gbr.2).

“Getaran yang dihasilkan mesin lewat sasis dapat merusak rangkaian di dalam CDI. Itu sebabnya mengapa hampir semua CDI standar pabrik pada tiap motor gak dibaut menyatu sasis, melainkan hanya di ‘slot’ dengan bahan karet yang notabennya dapat meredam getar,” urai Ari.

Selain itu, ada anggapan bahwa mengganti jenis dan model sekring dapat memecahkan masalah. Ngawur! Kalaupun diganti, alasannya hanya sekadar kebutuhan model sekring yang lebih mudah didapat seperti sekring mobil (gbr.3).

Sedang untuk ukuran ampere, baiknya tetap pakai ukuran ampere standar yakni 15 ampere (gbr.4). “Kalau sekring sering putus, angka ampere jangan dinaikan, karena bisa berakibat fatal seperti terbakar. Toh, kalau kabel bodi sehat, cukup pakai 15 ampere, pasti tokcer,” tutup Ari.
39
Bengkel Bikers / Aplikasi Karburator Suzuki Satria FU di Thunder 125
« Last post by Bruce Wayne on January 15, 2014, 01:59:17 AM »


Tangerang - Performa Suzuki Thunder 125 terbilang cukup lah buat dipakai beraktivitas. Meski menurut beberapa mekanik, ada beberapa kendala yang kerap menyerang motor sport pabrikan berlambang S ini.

“Skep karburator gampang baret. Waktu masih kerja di bengkel Suzuki, beberapa kali saya ketemu masalah tersebut. Bisa jadi lantaran kurang perawatan,” aku Muhamad Supriyadi, mekanik Ultraspeed di kawasan Jl. Mencong, Tangerang.

Tapi ada segelintir anggapan bahwa kualitas bahan karbu Thunder 125 (Mikuni BS26SS) agak melempem. Tidak seperti pengabut bahan bakar dari keluarga Suzuki lainnya.

Makanya kata Choki (panggilan akrab Supriyadi), tak jarang pemilik Thunder menggantinya pakai karburator Satria FU, Mikuni BS26-187 (gbr.1).

“Selain diameter venturinya sama, karburator Satria FU lebih awet jeroannya dan bisa ningkatin performa mesin. Saya sudah pernah menerapkannya di motor konsumen,” tukas Choki.

Apalagi, lanjut pria peranakan Jakarta-Jawa ini, pemasangannya tinggal plug and play alias tidak perlu mengubah apa-apa.

Paling hanya perlu menyesuaikan ukuran spuyer (gbr.2). Untuk mesin standar, pilot jet sebaiknya pakai ukuran 15 (standar Satria FU: 12,5). Sementara main jet pakai ukuran 105 atau 110.

“Selain itu, bila tetap pakai dudukan selongsong kabel choke bawaan karbu FU, kabelnya agak dipendekin sedikit,” terang Choki.



Yuk, mending kita langsung buktikan saja ucapan Choki. Yakni dengan mengukur perubahan performa mesin lewat mesin dyno milik Ultraspeed (Dynomite buatan Amerika).

Bahan praktiknya di Thunder 125 standar keluaran 2006 yang sudah menempuh jarak 43 ribu km. Power maksimum standar motor itu terukur sebesar 9,739 dk/9.459 rpm. Sedang torsi puncaknya 8,515 Nm/6.554 rpm (lihat hasil dyno gbr.3)

Setelah mengukur performa standar, karburatornya lalu diganti pakai punya Satria FU. Namun saat pengukuran, pilot jetnya tetap menggunakan ukuran 12,5. Sedang main jet pakai 105. Putaran sekrup udaranya standar (1 3/4 putaran membuka).

Hasilnya, tenaga maksimum terkerek jadi 10,02 dk/9.857 rpm (naik 0,281 dk). Sedang torsi puncak naik jadi 8,637 Nm/6.603 rpm (naik0,122 Nm).

“Kayaknya masih bisa lebih besar lagi. Karena ketika hasil pembakaran pada busi (gbr.4) dicek, kelihatan masih agak kering. Kalau pilot jet dinaikkan 1 step lagi (jadi 15), saya yakin peak power dan torsinya bisa lebih tinggi lagi,” tutup Choki.

Tertarik?

40
Bengkel Bikers / Tips Bore Up Suzuki Thunder 125, Pilihan Piston Pen 14 mm
« Last post by Bruce Wayne on January 15, 2014, 01:50:12 AM »


Mencari piston buat bore up Suzuki Thunder 125 dirasakan susah. Termasuk motor lain seperti Spin dan Skywave 125. Juga Yamaha Jupiter MX dan Xeon 125. Susah dicari karena diameter pin sehernya jarang digunakan motor lain. Yaitu 14 mm, sehingga subtitusinya susah didapat.

“Sebenarnya kalau untuk bore up Suzuki Thunder 125 bisa pilih produk aftermarket dengan merek NPP dan Hi-Speed. Sedangkan kalo yang original alias Suzuki Genuine Part (SGP) hanya sampai oversize 100,” kata Sugeng dari Cineng Motor di Jl. HOS Cokroaminoto No. 8C, Kreo, Ciledug, Tangerang.

Buat ukuran diameternya, merek Hi-Speed menyediakan 59 dan 60 mm yang dihargai Rp 350 ribu. Sedangkan NPP menyediakan oversize 0 sampai 200, dibanderol Rp 122 ribu. Sudah termasuk ring seher dan pin.

Ternyata selain menggunakan pilihan di atas, pin dengan ukuran 14 mm ini digunakan untuk piston Kawasaki KLX 150 dengan diameter piston standar 58 mm. Untuk pilihan diameter piston KLX 150S ini, tersedia oversize 50, 75 dan 100. Buat mennebus piston Kawasaki ini siapkan uang tunai sebesar Rp 340 – 420 ribu.



Bisa juga pakai piston si gesit irit alias Suzuki Smash yang merupakan kakak dari si Suzuki Thunder 125 ini. Tapi, kalau menggunakan seher Smash sama saja bore down. Wong diameternya lebih kecil dari Thunder 125.

“Merek untuk piston ini yaitu LHK Racing dengan ukuran diameter piston 59-60 mm. Siapkan saja doku Rp 325 – 350 ribu,” kata Moch. Asep dari MC Racing di Jl. Puri Beta Ruko Petos VII No. 12, Larangan Utara, Ciledug Utara, Tangerang.

Yang bikin beda tinggi dari pin ke atas dan dari pin ke bawah. Itu harus ada penyesuaian, kalau menggunakan piston KLX 150S dan Hi-Speed. Seperti contoh, piston KLX lebih pendek dibanding piston Thunder sekitar 0,6 cm. Itu lewat pengukuran menggunakan jangka sorong alias sigmat. Sehingga kalau enggak melakukan sedikit modifikasi akan mendem.

"Bila piston terlalu tinggi, bisa ditempuh dengan pemapasan lewat bubut permukaan atas piston dengan ukuran yang disesuaikan. Sedangkan bila piston lebih pendek, bisa juga ditempuh dengan memapas permukaan blok silinder agar piston aman dan bekerja secara maksimal,” jelas Asep yang orang Sunda ini.   (motorplus-online.com)
Pages: 1 2 3 [4] 5 6 7 8 9 10